Entri Populer

Jumat, 06 Maret 2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.       LATAR BELAKANG
          Kegiatan ini dilaksanakan karena lulusan SMK di harapkan dapat masuk dunia kerja dengan mengandalkan ketrampilan yang dimilikinya. Dengan perkembangan zaman siswa dan siswi SMK di tuntut untuk meningkatkan ketrampilan dan kreatifitas sehingga dapat menciptakan inovasi dengan membuka usaha sendiri.
             Saya memilih usaha kecil “Nastar Rambutan” karena camilan merupakan makanan yang tidak bias lepas dari masyarakat Indonesia dan produk ini belum beredar di pasaran sekaligus tahan lama.Produk ini jiga dapat dikonsumsi semua kalangan mulai dari anak – anak hingga orang tua.
              Saya memilih bahan baku dari rambutan karena Indonesia adalah Negara yang meiliki posisi geografis yang sangat mendukung bagi perkembangan keanekaragaman hayati. Dengan iklim tropis maka, memungkinkan hampir semua jenis tumbuhan dapat hidup dan berkembang dengan baik. Salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan baik adalah rambutan. Dan saya memilih rambutan karena mudah didapatkan di daerah saya. Saya memilih menjadikan nastar, karena saya ingin menciptakan produk dengan inovasi yang baru.
·         Jenis-Jenis Rambutan
Rambutan Rapiah
Description: Description: http://www.nusantarablog.com/wp-content/uploads/2011/12/wpid-IMAG0465.jpg
Warna kulit buahnya hijau kekuningan, rambut buahnya cenderung pendek, jarang dan kasar. Meski buahnya tidak cantik, rambutan rapiah mempunyai rasa yang sangat manis, buahnya tebal, kenyal, agak renyah, buah dan bijinya mudah terlepas atau disebut juga ‘ngelotok’. Rambutan rapiah merupakan jenis rambutan terbaik dan banyak disukai di Indonesia.

Rambutan Si Nyonya
Description: Description: http://anakprakerin.files.wordpress.com/2012/04/rambutan_fruit2.jpg
Warna buah rambutan ini sangat cantik dan menarik mata, rambut buahnya lebat dan berwarna merah terang. Tapi jangan tertipu dengan warnanya yang merah menyala, justru buah ini rasanya tidak manis, melainkan cenderung asam. Kandungan air buahnya banyak, buahnya tipis dan menempel pada biji buah. Namun rambutan ini termasuk jenis yang disukai dan diburu karena rasanya yang unik.

Rambutan Lebak Bulus
Description: Description: http://www.satwa.net/wp-content/uploads/2013/12/Rambutan-1.jpg
Seperti namanya, rambutan ini pertama dibudidayakan di daerah Lebak Bulus, Pasar Minggu, Jakarta. Buahnya berbentuk bulat, rambut buahnya berwarna merah dengan ujung kekuningan. Rambutan Lebak Bulus sangat segar, rasanya manis dengan sedikit asam dan mempunyai banyak air. Jenis rambutan ini sering dibuat manisan hingga dibuat buah kalengan.


Rambutan Si Batuk Ganal
Description: Description: http://2.bp.blogspot.com/-Dg9UGO2PmNc/UwmcH2BGULI/AAAAAAAABKA/05VhgxnQnuQ/s1600/rambutan+si_macan.jpg
Jenis rambutan ini berasal dari Sungai Andai, Kalimantan Selatan. Buahnya cenderung lebih besar dari jenis rambutan lain, warnanya merah kekuningan. Jika sudah matang, daging buah rambutan akan mudah terlepas dari bijinya. Kandungan air pada buahnya cukup banyak, buahnya mempunyai rasa manis dan segar.

Rambutan Antalagi
Description: Description: http://1.bp.blogspot.com/-XctsTgBmXss/UwmaWKV_pzI/AAAAAAAABJA/o4a3Hi3KbXs/s1600/rambutan+antalagi.jpg
Rambutan ini juga berasal dari daerah Sungai Andai, Kalimantan Selatan. Buahnya berbentuk bulat memanjang, agak pipih, dengan rambut buah pendek berwarna hijau dan sedikit kuning. Rasanya sangat manis dan mempunyai aroma buah yang sangat harum. Rambutan antalagi termasuk jenis rambutan terbaik khas Indonesia.

Rambutan Narmada
Description: Description: http://tourismnews.co.id/uploads/post/mengenal-berbagai-jenis-rambutan1.JPG
Jenis rambutan ini berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Daging buah cenderung kenyal, tidak lembek, dan mempunyai rasa manis yang khas. Warna kulit buahnya cerah, perpaduan antara kuning dan merah. Di daerah Bali dan Jawa rambutan Narmada menjadi rambutan primadona yang banyak digemari masyarakat.

Rambutan Kapulasan
Description: Description: https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQI8gtioTH9BRVltkudL3g-neiwPn6n2jTJlOFCZnMIk7_6nf1D

Dulu rambutan kapulasan banyak ditemui di daerah Bogor dan sekitarnya, namun sekarang jenis rambutan ini sudah cukup langka. Berbeda dengan rambutan lainnya, rambutan kapulasan mempunyai rambut buah yang sangat pendek, kaku dan cukup lebat. Buahnya sangat tebal, diperlukan pisau tajam untuk mengeluarkan daging buahnya. Nama lain dari rambutan kapulasan adalah rambutan babat. Rasanya asam manis, daging buahnya kering karena tidak mengandung banyak air.
Rambutan Binjai
Description: http://cdn-e.production.liputan6.static6.com/legacy-medias/201310/131007brambutan2.jpg
Rambutan Binjai sudah menjadi incaran para wisatawan karena terkenal akan buahnya yang besar, menarik, dan tingkat kemanisan fruktosa yang tinggi. Selain sebagai rambutan terbaik di Indonesia, daging buahnya yg manis dan padat kenyal serta tebal menjadikan Rambutan Binjai ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh.
Daging buah rambutan Binjai kaya akan mineral, vitamin, dan memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh. Namun yang perlu diingat, jangan mengonsumsi buah ini terlalu banyak, karena bisa menyebabkan sakit tenggorokan. Untuk harga Rambutan Binjai bervariasi, tergantung musimnya. Yakni mulai dari Rp 5 ribu - Rp 15 ribu per ikatnya.
·         Tempat Tumbuh Tanaman Rambutan
Tanaman rambutan biasanya akan dapat tumbuh dan berkembang serta berbuah pada suatu daerah dengan  suhu optimal sekitar  25 derajat celcius pada siang hari daerah untuk tempat tumbuhnya juga harus memiliki kelembaban udara yang sedikit atau cenderung kering. Tanaman rambutan juga membutuhkan intensitas curah hujan sekitar 1500-2500mm/tahun dan merata sepanjang tahunnya.
·         Budidaya Tanaman Rambutan
Tanaman rambutan dapat di bududayakan dengan beberapa cara diantaranya:
1.       Generative: penanaman rambutan dengan menggunakan biji
2.       Vegetative: penanaman rambutan denngan cara mencangkok. Carannya kita memilih batang tanaman rambutan yang sudah tua, karena batangnya sudah kuat. Setelah itu, kelupas kulit batang rambutan dan lapisi batang yang sudah dikelupas dengan mennggunakan tanah liat dan bngkus dengan plastik yang ujung-ujungnya diikat. Setelah beberapa bulan akan terlihat akar yang keluar, kemudian potong cangkokan dengan arah miring. Tanaman rambutan siap untuk ditanam.

·         Kandungan Nutrisi dan Manfaat Rambutan untuk Kesehatan
Description: manfaat rambutanBerdasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh berbagai lembaga dan ahli kesehatan telah menunjukkan bahwa rambutan memiliki manfaat kesehatan serta gizi yang serupa dengan jeruk dan apel. Di dalam buah rambutan terdapat banyak senyawa penting seperti vitamin C, zat besi, fosfor, protein dan karbohidrat, semua zat tersebut dibutuhkan oleh tubuh setiap hari. Buah Rambutan dikenal lezat, manis serta rendah lemak. Sebagian besar kalori rambutan berasal dari karbohidrat. Institute of Medicine merekomendasikan 130 gram rambutan untuk konsumsi harian.

Advertisement
Seperti namanya, rambutan merupakan tanaman asli dari Indonesia dan Malaysia. Nama rambutan berasal dari bahasa Melayu / Indonesian yang artinya “berambut” . Memang pada kulit buah ini seolah memiliki rambut.
Secara kultivar,  buah rambutan dikenal ada beberapa jenis, yaitu Rambutan Rapiah, Rambutan Aceh Lebak Bulus, Rambutan Cimacan, Rambutan Binjai, and Rambutan Sinyonya. Di malaysia, jenis rambutan yang populer dikenal adalah rambutan Ripe yellow, sedangkan di Indonesia,adalah rambutan Binjai.(Wikipedia- Rambutan)
Rambutan sangat kaya akan zat besi, yang diperlukan untuk mengontrol kadar oksigen dalam tubuh. Zat Besi membantu mencegah kelelahan dan pusing yang disebabkan oleh anemia. Di Selain itu, daging rambutan juga memenuhi 4,3 persen dari kebutuhan fosfor harian untuk tubuh. Fosfor berguna untuk membantu menyaring limbah dari dalam ginjal, serta diperlukan untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan jaringan sel tubuh.
Fakta kandungan nutrisi buah Rambutan
Rambutan kaya gula, dan sebagian besar adalah fruktosa dan sukrosa, namun mengandung kalori sangat sedikit, hanya 60 kalori dalam setiap bagian. Ada banyak vitamin C dalam rambutan, termasuk kalium, zat besi, vitamin A, dan sedikit kalsium, magnesium, natrium seng, niasin, serat dan protein.
Berikut adalah fakta nutrisi buah Rambutan
Nilai Gizi per 100 g buah rambutan segar
Sumber: USDA
Energi 343 kJ (82 kcal)
Karbohidrat 20.87 g
Serat 0.9 g
Lemak 0.21 g
Protein 0.65 gVitamin
Thiamine (vit. B1) 0.013 mg (1%)
Riboflavin (vit. B2) 0.022 mg (2%)
Niacin (vit. B3) 1.352 mg (9%)
Vitamin B6 0.02 mg (2%)
Folate (vit. B9) 8 μg (2%)
Vitamin C 4.9 mg (6%)
Mineral
Calcium 22 mg (2%)
Iron 0.35 mg (3%)
Magnesium 7 mg (2%)
Manganese 0.343 mg (16%)
Phosphorus 9 mg (1%)
Potassium 42 mg (1%)
Sodium 11 mg (1%)
Zinc 0.08 mg (1%)
Manfaat Buah Rambutan untuk Kesehatan
1. Anti Kanker
         Rambutan mengandung antioksidan. Studi yang dilakukan oleh University of Chiang Mai di Thailand menemukan bahwa buah, biji dan kulit rambutan mengandung antioksidan kuat yang disebut flavonoid. Beberapa jenis flavonoid diyakini mampu mengurangi kolesterol, bersifat anti kanker dan anti inflamasi.
2. Melindungi dari efek Radikal Bebas
        Salah satu senyawa dalam kulit rambutan adalah asam Galia. Senyawa ini bertindak sebagai penangkal radikal bebas.
3. Kaya Vitamin C
        Rambutan kaya vitamin C. Jika seseorang mengkonsumsi 10 sampai 12 buah rambutan, maka dia memperoleh 75-90 mg asam askorbat, dua kali lebih banyak dari jumlah yang disarankan dalam menu sehari-hari. Selain berfungsi sebagai anti-oksidan, vitamin C dapat mencegah kerusakan sel dan membantu penyerapan zat besi.
4. Pembentukan Darah
         Buah rambutan yang manis ini mengandung sejumlah kecil tembaga. Zat ini diperlukan sebagai pembentuk dari sel darah putih dan sel-sel darah merah. Selain itu, rambutan juga mengandung zat besi yang dapat mencegah terjadinya anemia.
5. Pencernaan yang sehat
        Rambutan juga memiliki serat yang dapat membantu agar terhindar dari sembelit. Selain itu, rambutan juga dapat mematikan parasit dalam usus dan membantu meringankan gejala diare.
- See more at: http://www.tipscaramanfaat.com/kandungan-nutrisi-dan-manfaat-rambutan-untuk-kesehatan-818.html#sthash.ApautECB.dpuf





1.       GAMBARAN USAHA
A.      Gambaran umum
Alasan saya memilih untuk membuat “NASTAR RAMBUTAN” adalah karena saya ingin menciptakan inovasi baru di dunia pemasaran.  Alasan pasar saya yaitu karena nastar adalah makanan yang digemari masyarakat karena memiliki rasa yang enak serta harganyapun terjangkau. Kalau biasanya nastar hanya berisi nanas atau keju, sekarang saya kreasikan menjadi “NASTAR RAMBUTAN” nastar rambutan ini merupakan makanan ringan yang sehat karena tidak mengandung bahan pengawet buatan sehingga aman untuk dikonsumsi oleh semua kalangan. Nastar rambutan ini dapat bertahan selama kurang lebih 1 bulan, jika nastar rambutan ini kadaluwarsa ditandai engan munculnya jamur pada permukaan nastar, bau nastar yang sudah tidak enak, serta rasa nastar yang telah berubah.
Bahan-bahan dalam pembuatan Nastar Rambutan ini sangat mudah untuk di temui dipasaran, alasan – alasan inilah yang menginspirasi saya untuk membuat proposal yang berjudul “NASTAR RAMBUTAN”.

Identitas Perusahaan
Nama Perusahaan                 :“JAYAMANIS FOOD”
Nama Pemilik                          :Rubu’un Nisa’
Bentuk Usaha                         :Perseorangan
Bidang Usaha                          :Home Industry
Lokasi Usaha                            :Ds. Sembon Rt 01 Rw 08 Kec. Kanigoro Blitar
Tenaga Kerja                           :2 Orang

B.      Visi Perusahaan
         Menciptakan inovasi produk baru yang mampu bersaing di pasaran serta sehat dan aman untuk di konsumsi untuk semua kalangan.

C.      Misi Perusahaaan
1.       Memanfaatkan hasil pertanian masyarakat sekitar menjadi produk yang berkualitas
2.       Mensejahterakan masyarakat sekitar (petani local)
3.       Membuat makanan yang bersih, higienis, dan tidak menggunakan bahan pengawet.
4.       Membuat makanan yang sehat dengan mengandung vitamin, dan serat yang aman.

D.      Manfaat Produk
1.       Kue yang mengandung gizi yang cukup lengkap antara lain : karbohidrat, protein, lemak, mineral, vit. B1, vit. C.
2.       Kue yang aman dikonsumsi dan higienis.

E.       Analisis Kekuatan dan Kelemahan SWOT
a)      Strenght (kekuatan)
        Yang menjadi keunggulan dari produk ini adalah tidak menggunakan bahan pengawet dan pewarna buatan sehingga tidak menimbulkan efek samping serta menggunakan bahan-bahan pilihan sehingga kualitas produk tetap baik. Proses produksi yang baik juga kami terapkan, jadi dijamin kebersihan dan keamanan nya. Biaya bahan baku yaitu tepug terigu dan selai rambutan relative mudah di temukan di pasaran dengan harga yang terjangkau.
b)       Weakness (kelemahan)
        Kelemahan dari produk ini adalah mudah hancur sehingga akan menyebabkan kesempurnaan dari bentuk produk akan tergangggu.

c)       Opportunity (peluang)
        Sebagai peluang dari produk ini adalah nastar yang sudah sangat terkenal dan sangat familiar di kalangan masyarakat serta banyak sekali masyarakat dari berbagai kalangan yang menyukai kue pia ini selain itu juga banyak masyarakat yang menyukai buah rambutan sehingga apabila kedua makanan ini di kreasikan menjadi satu maka akan menjadi produk makanan uyang digemari oleh masyarakat.
        Selain itu Blitar termasuk penghasil rambutan terbanyak, namun masyarakat hanya memanfaatkanya sebagai buah segar saja, dan juga minat masyarakat akan camilan dan makanan baru serta unik sangat besar.
d)      Threat (Ancaman)
Ancaman dari produk ini adalah presepsi masyarakat yang lebih cenderung untuk mengonsumsi kue nastar dengan isian dari nanas atau isian lainnya yang sudah pernah ada sebelumnya yang memiliki kuallitas baik, pelanggan tetap serta sudah mempunyai citra baik di mata masyarakat.
                                                  BAB II
                                                        ISI
1.       ASPEK PRODUKSI
Bahan – bahan
Bahan kulit
Volume
1.       Keju cheddar
100 gram
2.       Gula halus
100 gram
3.       Kuning telur
4 butir
4.       Vanili
1 bungkus
5.       Kayu manis
1 potong kecil
6.       Tepung terigu
½ kg
7.       Mentega butter
½ kg

Bahan isi
Volume
1.       Daging rambutan (halus)
1 kg
2.       Gula pasir
300 gram

Bahan olesan
Volume
Kuning telur (kocok lepas)
2 butir

·         Alat – alat
a.       Baskom
b.      Kompor
c.       Penumbuk
d.      Oven
e.      Kuas
f.        Sendok
g.       Blender
h.      Loyang

v  Cara membuat selai rambutan
v  Cara membuat kulit

v  Cara membuat nastar


2.ASPEK PEMASARAN / PENJUALAN
a.       Target Pasar
1.       Segmenting
ü  Geografis
Saya memilih tempat-tempat wisata di Kabupaten Blitar untuk memasarkan produk saya karena di Blitar buah rambutan hanya di sajikan sebagai buah segar saja, sehingga saya memiliki peluang yang besar untuk memproduksi “NASTAR RAMBUTAN” .
ü  Demografis
Saya memilih para wisatawan yang berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Blitar seperti candid an Pemandian Penataran, Makam Bung Karno dan Istana Gebang.
ü  Pesikografis
Saya memilih kelas sosial menengah ke atas seagai sasaran dari produk yang saya buat.
ü  Perilaku
Saya memilih memasarkan produk saya pada masyarakat yang lebih mementingkan kualitas daripada harga. Serta konsumen yang tertarik pada hal-hal yang bersifat baru dan unik .
2.       Targeting
       Saya mentargetkan produk saya kepada para wisatawan yang berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Blitar sehingga “NASTAR RAMBUTAN” ini dapat cepat di kenal oleh masyarakat dan dapat menjadi jajanan khas dari Blitar.
3.       Positioning
Fokus produk dengan cara menciptakan produk  baru yang berkualitas, tanpa bahan pengawet dan pewarna buatan serta packing yang baik dan menarik.

b.      Marketing Mix
1.       Produk
Produk yang saya buiat yaitu “NASTAR RAMBUTAN”, dari bahan baaku rambutan terpilih dan tanpa bahan pengawet sehingga baik dikonsumsi oleh semua kalangan masyarakat. Saya juga ingin memanfaatkan bahan baku yang nilainya rendah seperti rambutan untuk membuat produk saya sehingga akan menambah nilai jualnya.


2.       Place
Dalam melakukan pemasaran, tempat yang saya tuju adalah tempat-tempat wisata dan pusat oleh-oleh jajan khas Blitar yang ada di Kabupaten Blitar seperti Candid an Kolam renang Penataran, Makam Bung Karno, dan Istana Gebang. Dalam memproses penjualan atau menyalurkan produk, saya menggunakan saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Saluran distribusi langsung adalah penyaluran produk langsung kepada pembeli sedangkan saluran distribusi tidak langsung yaitu penyaluran produk dari penjual ke konsumen dengan bantuan perantara (middleman).
3.       Price
Saya memberikan harga yang relatif terjangkau dan metode yang saya gunakan adalah provit margine karena saya terlebih dahulu menentukan laba yang saya peroleh karena saya ingin mengembalikan modal saya untuk memproduksi produk saya.
4.       Promotion
Tujuan saya menggunakan media promosi adalah untuk menarik pelanggan baru, mempengaruhi pelanggan untu mencoba produk  baru, mendorong membeli lebih banyak, serta meningkatkan impulse buying atau pembelian tanpa rencana sebelumnya.
§  Sales promotion
Promosi awal dari Nastar Rambutan adalah menggunakan tester untuk dicoba oleh calon pembeli dan para agen atau toko dengan sistem penjualan setengah harga. Langkah ini adalah salah satu langkah awal pengenalan produk pada masyarakat.
§  Direct marketing
Pemasaran secara langsung ini melalui kerja sama pada mitra kerja terdekat yang memungkinkan untuk mengkonsinyasi produk.

5.       ASPEK JANGKA PANJANG
§  Rencana perluasan usaha
Jika usaha saya ini berkembang rencana saya kedepanya adalah saya akan mengembangkan usaha ini lebih besar lagi sehingga saya akan memberikan peluang kerja kepada masyarakat sekitar untuk membantu mengembangkan usaha saya dan saya akan membuat produk baru dengan bahan dasar RAMBUTAN. Selanjutnya saya akan membuka cabang usaha diberbagai daerah hinggo kota – kota lain.
3. ASPEK KEUNTUNGAN
a. Perhitungan Modal dan Harga Jual
1. Perhitungan Modal
No
Bahan
Volume
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
A
Bahan Baku
1
Rambutan Binjai
1 kg
@5000/kg
Rp 5000

No
Bahan
Volume
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
B
Bahan Pembantu
1
Gula halus
100 gram
@10000
RP 1000
2
Kuning telur
4 butir
@14000
Rp 5000
3
Vanili
1 bungkus
@1500
RP 1500
4
Kayu manis
1 ptg kecil
@5000
Rp 1000
5
Tepung terigu
½ kg
@8000
Rp 4000
6
Mentega butter
½ kg
@14000
Rp 7000
7
Keju cheddar
100 gram
@7000
Rp 7000
JUMLAH
Rp 26500










No
Bahan
Harga Satuan (Rp)
Jumlah (Rp)
C
Biaya Tambahan
1
Biaya transportasi
@10000
RP 10000
2
Biaya tenaga kerja
@15000
RP 30000
3
Biaya packing
@15000
RP 15000
4
Biaya gas
@15000
RP 1000
5
Biaya lain - lain
@7000
RP 7000
JUMLAH
RP 63000

Hpp = total bahan baku + total biaya pembantu + total biaya tambahan
        = 5000 + 26500 + 63000
        = Rp 94.500

2.Perhitungan Harga Jual
Harga Jual = HPP + Laba yang di inginkan
                         = 94500 + 35500
                         = Rp 130.000
3.Harga Jual Perbungkus
Harga jual perbungkus           = Rp 130.000 : 20
                                                             =  Rp 6.500
Jadi, harga jual perbungkus   =  Rp 7.000

b.Laporan Rugi / Laba
Dalam 1x produksi
Hasil penjualan                                                                                 Rp 7000 x 20                                       Rp 140000
Pembelian bahan baku + bahan pembantu                          Rp 31500
Biaya lain                                                                                             Rp 63000 +
Rp 94500                                              Rp 94500-
                                                                                                                                                                                Rp 45500
Jadi laba bersih selama 1 hari 1x produksi adalah Rp 45.500

c.       Analisa Keuntungan
        Dalam memproduksi 20 bungkus “Nastar Rambutan” dengan modal Rp 94.500 mendapatkan penghasilan sebesar Rp 140.000 maka keuntungan yang saya peroleh sebesar Rp 45.500/ produksi
v  BEP     = FC : harga jual per unit
= Rp 1.500.000 : Rp 7000
= 214,28 dibulatkan menjadi 215 unit
v  Waktu pengembalian modal
= FC: Keuntungan per hari
= Rp 1.500.000 : Rp 4.500/hari
= 333,33 hari dibulatkan menjadi 334 hari
v  Profite margine (persentase keuntungan)
= Laba per unit : HPP/unit x 100%
= Rp 2.275 : Rp7.000 x 100%
= Rp 0,325% dibulatkan menjadi 1%
v  ROE (angka pengembalian modal lancar)
= FC : keuntungan per hari x 100%
= Rp 1.500.000 : Rp 4.500 x 100%
= 334%
 

BAB III
PENUTUP
1.       Kesimpulan
Dari kegiatan yang saya lakukan di simpulkan sebagai berikut,
1)      Dengan diadakanya kegiatan ini kita dapat melatih kemandirian
2)      Dapat meningkatkan kedisiplinan kita dan menciptak siswa yang berwirausaha
3)      Membantu perekonomian keluarga
4)      Memotivasi masyarakat agar mau mengembangkan hasil produksi mereka agar menjadi olahan baru dan menjadi jajanan khas blitar
2.       Saran
Adapun saran yang dapat saya sampaikan adalah,
1)      Dengan kegiatan ini siswa perlu bimbingan yang intensif agar siswa dapat bekerja dengan baik
2)      Dalam melayani konsumen harus ramah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar